HealthcareUpdate News

IDAI Dorong Pembentukan Posko Imunisasi Darurat di Daerah Bencana untuk Cegah Lonjakan Campak

Ikatan Dokter Anak Indonesia, IDAI mendesak pemerintah membentuk posko imunisasi darurat di wilayah terdampak bencana banjir, menyusul kekhawatiran lonjakan penyakit seperti campak akibat menurunnya cakupan imunisasi.

Setelah bencana banjir besar melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan daerah lain di Indonesia, kekhawatiran muncul terkait rendahnya cakupan imunisasi di kalangan anak-anak korban bencana. IDAI kini menyerukan pembentukan posko imunisasi darurat di setiap lokasi terdampak — sebagai langkah cepat melindungi anak dari penyakit menular seperti campak.

Menurut data awal yang dikumpulkan di beberapa kabupaten terdampak, banyak anak yang tertinggal jadwal vaksinasi dasar seperti campak, rubella, dan DPT karena lokasi layanan kesehatan rusak, akses terputus, atau keluarga harus mengungsi. Kondisi ini dikhawatirkan memicu wabah baru dalam situasi pasca-bencana, terutama campak — yang cepat menyebar di lingkungan padat dan rentan.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan bahwa imunisasi bukan hanya hak kesehatan, tetapi juga darah asupan kekebalan dasar bagi anak. Tanpa imunisasi lengkap, anak bisa menghadapi komplikasi berat saat terinfeksi penyakit dasar. Oleh karena itu, posko imunisasi darurat sangat dibutuhkan: menyediakan vaksin, alat suntik steril, tenaga medis, serta mekanisme pencatatan dan pelacakan vaksinasi.

Pembentukan posko juga diharapkan bisa membantu mengejar ketinggalan vaksinasi, memastikan anak-anak yang sempat absen saat bencana bisa mendapatkan vaksinasi lanjutan, dan menghindari terjadinya cluster penyakit menular. IDAI mengajak pemerintah daerah, dinas kesehatan, lembaga bantuan kemanusiaan, dan organisasi non-profit untuk bekerja sama — agar imunisasi bisa diakses dengan cepat dan merata di lokasi terdampak.

Gerakan ini mendapat sambutan dari sejumlah relawan, dokter, dan warga — yang sebelumnya khawatir bahwa fokus utama pasca-bencana hanya pada penyelamatan dan rehabilitasi fisik. Menurut mereka, kesehatan anak, terutama imunisasi dan pencegahan penyakit infeksi, harus menjadi prioritas sejak awal.

Read More  57 Tahun JKN: BPJS Kesehatan Terus Kawal Layanan Kesehatan untuk Rakyat Indonesia

Dengan langkah ini, IDAI berharap bisa mencegah lonjakan kasus campak dan penyakit lain, menjaga kesehatan anak-anak korban bencana, dan mengurangi risiko wabah yang bisa memperburuk kondisi bencana.

Back to top button